Memang sih, penggunaan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, atau Google Plus
sangat membantu kamu bersosialisasi dan mengembangkan hubungan dengan
orang lain. Tapi apabila digunakan secara berlebihan, tentu saja ini
tidak baik untuk produktivitas kamu dan menjadikan kamu suka menunda-nunda pekerjaan.
PG berikut ini memberikan tips-tips untuk mencoba mengatasi gejala
overdosis jejaring sosial yang kamu alami. Dengan menerapkan hal-hal
sebagaimana yang diulas PG ini, diharapkan kamu bisa mengatasi
penggunaan jejaring sosial berlebih dan memiliki kehidupan sosial di
dunia nyata serta juga produktivitas yang lebih baik.
1. Mengenali dan bertekad mengatasi
Tips yang pertama adalah mengenali bahwa kamu overdosis menggunakan jejaring sosial. Caranya adalah memperhatikan ciri-ciri ovedosis jejaring sosial yang
sudah dibahas oleh PG, kemudian dengan jujur memperhatikan diri kamu
sendiri. Apakah benar ada ciri-ciri semacam itu pada dirimu. Bila kamu
mengakui bahwa kamu sudah menggunakan jejaring sosial berlebihan, maka
kamu bisa melakukan tindakan penanggulangan yang berikutnya.
2. Tantang dirimu dengan berpuasa jejaring sosial
Berpuasa menggunakan jejaring sosial, bila dibiasakan maka akan menjadi habit
atau kebiasaan yang baru. Saran PG, jangan melakukan hal ini secara
ekstrim. Misalnya seminggu tidak menggunakan jejaring sosial sama
sekali, karena hal ini justru akan menjadikan kamu cenderung melakukan
‘balas dendam’ dan justru kecanduan kamu akan semakin parah.
Lakukan saja dengan bertahap. Misalnya, kamu memutuskan bahwa hari
minggu kamu tidak akan menyentuh Facebook sama sekali, hal ini kamu
laksanakan secara konsisten. Kemudian bila kamu merasa sudah terbiasa,
mungkin bisa ditambah pada hari Sabtu. Nah, cara seperti ini justru akan
lebih masuk akal. Kamu juga bisa mencoba berpuasa membuka jejaring
sosial saat jam kerja dan hanya membukanya ketika makan siang, yang mana
tentu saja lebih realistis daripada kamu memutuskan untuk libur terus
menggunakan jejaring sosial.
3. Manfaatkan hasil yang kamu peroleh dari ‘berpuasa’
Kalau sudah terbiasa untuk berpuasa jejaring sosial, biasanya kamu
bisa melakukan langkah yang lebih ekstrim dengan perasaan lebih ringan.
Misalnya bila kamu terbiasa tidak menggunakan jejaring sosial pada hari
Senin (saat ramai pekerjaan), maka kamu kemudian menambahkannya lagi di
hari lain.
Asalkan hal ini dilakukan dengan bertahap. Lebih baik melakukan hal
kecil, namun konsisten. Oya, tips dari seorang psikolog, sesuatu akan
menjadi kebiasaan bila kamu sudah melakukannya selama 40 kali
berturut-turut. Jadi misalnya kamu memutuskan untuk tidak menggunakan
jejaring sosial sama sekali pada hari Senin, lebih baik kamu menantikan
40 kali hari Senin berlalu, sehingga kamu sudah terbiasa sebelum
melangkah ke tahap yang lebih lanjut.
4. Permainan Cuekin Ponsel
Ketika berkumpul dengan teman-teman kamu, ada permainan yang bisa
kamu mainkan guna mengobati overdosis jejaring sosial ini. Yaitu kamu
dan teman-teman sama-sama meletakkan ponsel di meja dan tidak boleh
mengambilnya meskipun ada pesan masuk (BBM, Whatsapp, YM, Facebook
Message, Twitter, dan sebagainya). Mungkin kamu bisa melonggarkan aturan
dengan membolehkan mengangkat telepon (karena biasanya bila seseorang
sampai menelopon, pasti itu cukup penting).
Tetapkan waktu, misalnya satu jam, dimana kalian tidak boleh
menyentuh ponsel sama sekali. Yang menyentuh ponsel lebih dulu
mendapatkan hukuman. Nah, permainan ini akan sangat menyenangkan dan
efektif untuk mengurangi kecanduan jejaring sosial kamu. Apalagi di
zaman online seperti ini dimana hampir setiap orang memanfaatkan fitur
jejaring sosial.
5. Aturan Satu Jam
Tetapkan aturan untuk ‘bermain’ jejaring sosial. Misalnya kamu
menetapkan waktu selama satu jam khusus untuk menggunakan jejaring
sosial, dan tidak menggunakannya di waktu lain.
Hal ini akan lebih membantu kamu untuk mengendalikan kecanduan kamu
akan jejaring sosial. Memang berat melakukan hal ini. kasus yang sering
terjadi adalah menggunakan jejaring sosial terlalu lama (lebih dari satu
jam) atau akhirnya tergoda untuk membuka pesan-pesan dari jejaring
sosial kamu, akan tetapi kamu harus bisa mengatasi ini dengan tekad
membara!
6.Tetaplah Sadar! Batasi diri!
Awareness atau eling adalah mantra yang paling manjur untuk
mengatasi overdosis jejaring sosial. Tetaplah berupaya ingat, bahwa kamu
sedang dalam kerjaan. Fokus pada pekerjaanmu. Bayangkan bahwa akan
menyenangkan bila kamu membuka jejaring sosial dalam keadaan semua
tanggungan pekerjaan kamu sudah beres.
Sadar untuk membatasi diri adalah salah satu kunci untuk sukses menghindari overdosis jejaring sosial.
7. Cabut izin penggunaan aplikasi jejaring sosial di ponsel
Untuk memasangkan jejaring sosial di ponsel (terutama Facebook dan
Twitter), kamu perlu melakukan verifikasi. Tolak saja sehingga jejaring
sosial tersebut tidak akan terpasang di ponsel. Beberapa jejaring sosial
yang memerlukan verifikasi silang (misalnya membuka Twitter dengan akun
Facebook) juga memerlukan verifikasi. Demi mendukung kamu menghindari
jejaring sosial, kamu bisa menolaknya.
Kenapa PG berfokus pada ponsel? karena keberadaan jejaring sosial di
ponsel inilah yang sering menjadikan orang-orang ‘diperbudak’. Setiap
kali ponsel berbunyi, secara refleks mereka langsung bergerak untuk
membalas pesan atau minimal membacanya. Apakah kamu juga demikian?
Cobalah menerapkan tips ini.
8. Blok Website
Cara ini agak kasar. Tapi memblok website jejaring sosial seperti
Facebook dan Twitter, terutama di tempat kerja cukup efektif untuk
menghindari kecanduan jejaring sosial. Meskipun mungkin ada banyak tips untuk membuka Facebook yang diblokir, hal ini akan cukup membantu mengingatkan kamu bahwa tidak semestinya kamu bermain jejaring sosial di tempat kerja.
9. Nilai, Tinjau Ulang, dan Renungkanlah
Rajin-rajinlah mencatat kemajuan kamu dalam mengurangi penggunaan
jejaring sosial. Dengan adanya keberhasilan dan prestasi dalam
mengurangi penggunaan jejaring sosial, otomatis kamu akan semakin
semangat dalam melaksanakan ‘niat baik’-mu itu. Maka dari itu, gunakan
pencatat untuk menghitung ‘prestasi’ kamu mengurangi penggunaan jejaring
sosial.
Beberapa aplikasi untuk smartphone juga ada yang mengkhususkan diri
untuk mendukung dan mencatat upaya kamu mengurangi penggunaan jejaring
sosial.
Jejaring sosial memang merupakan fenomena yang sangat bermanfaat guna
mendukung (bahkan menggantikan) interaksi sosial di dunia nyata. Akan
tetapi penggunaan berlebih tentu saja mengganggu produktivitas kamu.
Rabu, 06 Maret 2013
Overdosis Jejaring Sosial? Nih Yeh....Ini Cara Mengatasinya!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
sip.kang minong.di tunggu bantuan belajarnya
BalasHapusYa sama² kita saling bantu aja. Kang Acong
Hapustolong di bantu ya kang,,salam semangattt
BalasHapusYa kita saling bantu aja...., Makanya ikut Share disini dong! kita sama²
HapusJarempling wae ning ha ha
BalasHapus